Minggu, 26 Agustus 2018

Buah Gaharu Untuk Kesehatan Jantung

 
Buah Gaharu untuk Kesehatan Jantung

Dalam kehidupan sehari-hari anda seringkali menyepelekan organ tubuh  yang sangat vital seperti Jantung anda, kadangkala anda dan termasuk saya lalai mencermati tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita yang justru dapat menjaga kesehatan jantung yang kita sayangi.

 Gaharu merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dijadikan pencegahan, dan penyembuhan penyakit Jantung, hipertensi, mimisan bahkan untuk menjaga kebugaran tubuh dan vitalitas alat reproduksi kita.


Menurut kepala Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Latifah K Darusman, MS, akar, batang, daun, dan ranting gaharu memiliki kandungan bioaktif yang nyaris sama.
‘Yang berbeda adalah konsentrasinya. Begitu juga aksesori pada gugus kimia seperti letak oksigen dan rantai,’ kata Latifah. 

Namun, ada saja yang identik pada suatu bagian, seperti halnya terdapat di daun atau batang. Sayangnya, hingga kini belum ada riset ilmiah yang mendukung bukti empiris bahwa buah gaharu tokcer mengatasi stroke atau hipertensi. Periset di Gifu Pharmaceutical University, Jepang, Mamoru Kakino pada 2010 membuktikan daun gaharu berfaedah sebagai pencahar.

Ia memberikan dosis 300 mg dan 600 mg per kg bobot tubuh mencit. Hasilnya meningkatkan frekuensi, bobot, dan air dalam komponen kotoran. Meski demikian bagi para pasien hipertensi dan stroke, buah gaharu layak menjadi pilihan demi memperoleh kesembuhan. Asrul dan Nurlia Harije telah membuktikannya setelah rutin mengonsumsi seduhan kulit buah selama 3 bulan. Rasa seduhan buah seukuran 2 kali melinjo itu memang pahit.


 Buah Gaharu sebagai solusi pengobatan alternatif dan murah

Buah gaharu yang dapat dijadikan obat hipertensi dan stroke haruslah buah yang telah masak di pohon berwarna kuning muda. sebelum anda gunakan untuk pengobatan atau pencegahan terlebih dahulu anda harus menjemur selama seminggu sehingga kadar airnya berkurang, selanjutnya buka biji gaharu dan rebus kulit buah gaharu yang telah kering sebanyak satu biji dengan 2-3 gelas air, dan setelah mendidih perkirakan sisa air rebusan tinggal 1,5 gelas, dinginkan lalu minum secara rutin.

inilah sekelumit manfaat buah gaharu untuk kesehatan anda, semoga bermanfaat.http://ekonomiberbagi.com/

Sabtu, 18 Agustus 2018

Membangun Kampung Hopmare Menuju Kampung Model Pengelolaan Usaha Komunitas Berkelanjutan

http://ekonomiberbagi.com/
Selayang Pandang Kampung Hopmare di Bumi Sorong Raya, Papua Barat

Kampung Hopmare nun jauh di tanah sorong raya, berada di distrik Kwoor, kabupaten Tambrauw Papua Barat, salah satu kampung yang di kelilingi pepohonan kelapa dan hamparan pasir besi di pesisir pantai, gemuruh gelombang laut menjadi alunan musik tersendiri bagi masyarakat Hopmare yang berada di pesisir pantai. di pagi hari para ibu dan bapak membentangkan jaring ikan untuk sekedar memenuhi lauk untuk sarapan pagi, dan di siang hari para ibu dan anak-anak kembali memeriksa jaring-jaring mereka siapa tahu ada ikan kesasar tersangkut di jaring mereka.

Kampung ini dapat dijumpai sekitar 1 jam dari distrik Sausafor, sekitar 30 Km dengan kondisi jalan berlubang dan sebahagian berlumpur yang hanya dapat di lalui dengan kendaraan Double cabin dengan tarif Rp300.000 per trip Sausafor-Hopmare atau Rp100.000 per penumpang. Kampung ini di huni oleh suku Abun sebagai salah satu suku mayoritas penduduk Kabupaten Tambrauw. dalam kehidupan sosial, mereka sangat mudah menerima orang luar yang datang berkunjung ke Kampung mereka.

Dalam hubungan komunikasi dengan masyarakat Hopmare, bagi orang luar sangatlah mudah di mana mereka secara umum menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa percakapan sehari-hari, mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua yang berumur 70 tahunan.
datang di kampung Hopmare dengan maksud, mendukung dan memotivasi mereka bukanlah hal yang mudah akan tetapi bukan pula sesuatu yang sulit, jika anda mau memotivasi mereka melakukan perubahan menuju terwujudnya Kampung Model Pengelolaan Usaha berbasis Masyarakat.

Mengajak dialog, sebagai awal membangun Pertemanan
Dialog dgn masy Hopmare
 
Dialog merupakan cara yang paling mudah dan awal harus dilakukan oleh anda yang bermaksud membantu atau memfasilitasi masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya yang mereka miliki. Dalam dialog sebaiknya pihak luar atau Fasilitator lebih banyak menjadi pendengar, setelah memperkenalkan diri, sesekali mengajukan pertanyaan yang mudah di jawab oleh masyarakat Hopmare terkait dengan potensi sumberdaya yang mereka miliki.

Pertanyaan-pertanyaan Apa, kapan, dimana, dan berapa merupakan pertanyaan yang paling mudah mereka jawab sehubungan dengan potensi sumberdaya yang mereka miliki. Dan mereka akan merasa sangat tahu apa yang ditanyakan oleh anda sebagai orang luar, dengan demikian mereka akan sangat antusias menyampaikan hal-hal yang mereka telah lakukan dalam pemanfaatan suberdaya mereka.

Dalam upaya memfasilitasi suatu komunitas, maka bangunan pertemanan menjadi sangat penting untuk mewujudkan cita-cita bersama. Masyarakat pada awalnya akan menganggap anda sebagai pemberi manfaat, maka mereka akan selalu mengajukan pertanyaan berapa bantuan yang akan anda berikan kepada mereka. Karena dengan harapan itu pula, maka beberapa orang akan muncul mengatakan bahwa kami mampu melakukan dan melaksanakan dengan baik dari bantuan bapak.

Pengakuan-pengakuan dari beberapa gelintir tokoh masyarakat, akan membuat anda langsung percaya dan mengeksekusinya sebagai keputusan akhir. Padahal belumlah tentu mereka akan melakukan sesuai apa yang mereka akui. Selalu akan muncul usul baru yang berhubungan dengan ketiadaan biaya sebagai pengganti tenaga dalam melakukan apa yang telah mereka akui.

Olehnya itu, beberapa cara yang mungkin dapat dilakukan sebagai fasilitator atau pendamping maka, "tinggallah bersama masyarakat dan lakukan apa yang telah disepakati atau apa yang telah mereka akui" maka satu atau dua orang pasti anda temukan orang-orang yang konsisten sehingga akan membuka hati sebahagian masyarakat lainnya, yang melihat apa yang anda dan beberapa orang lakukan di kampung mereka. Cara ini akan lebih efektif di banding dengan mengumpul masyarakat untuk selalu rapat dan rapat, mengharapkan kesepakatan-kesepakatan semu.

Bangunlah pemahaman-pemahaman bahwa mereka merupakan orang yang memiliki Kekayaaan yang tidak kalah dengan masyarakat perkotaan, mereka memiliki lahan yang dipenuhi tanaman kelapa, tanaman kakao, bangkitkan rasa bangga mereka dengan melakukan perhitungan sederhana yang mudah mereka cerna dan masuk akal mereka.

Observasi potensi Sumberdaya

Sebagai orang luar atau pendamping atau fasilitator masyarakat, pengamatan potensi yang ada di suatu wilayah yang akan di fasilitasi menjadi sangat penting bagi anda dan siapa saja yang akan berkontribusi terhadap kemajuan suatu kampung. Dalam melakukan observasi atau pengamatan, sekaligus mengcross cek apa yang yang mereka sampaikan saat dialog awal dilakukan. dan ini menjadi bahan feed back atau umpan balik kepada beberapa orang tokoh masyarakat yang ikut dalam dialog awal.

Saat umpan balik dilakukan kepada beberapa orang, maka anda akan memperoleh jawaban-jawaban faktual seperti jumlah lahan yang mereka miliki, jenis tanaman yang tumbuh dilahan mereka, letak lahan mereka, dan apa saja yang mereka lakukan dalam proses pemanfaatan, serta kapan mereka mulai menanam beberapa jenis tanaman yang ada di lahan.

Analisis Isu bersama masyarakat

Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, analisis isu atau masalah sebaiknya dilakukan bersama masyarakat agar mereka memahami apa isu atau masalah mereka dalam upaya pemanfaatan potensi sumberdaya yang mereka miliki. Seringkali tanpa sadar dalam pertemuan dengan masyarakat dampingan atau masyarakat yang akan di dampingi muncul pertanyaan-pertanyaan dari kita, anda atau pihak luar menanyakan langsung " Apa Masalahnya sehingga bapak-ibu tidak memanfaatkan potensi yang di miliki" maka jawaban dari mereka pasti " kami tidak memiliki uang atau modal, atau kami tidak memiliki cukup pengetahuan untuk mengolahnya.

Jawaban-jawaban seperti di atas akan selalu kita temui, karena mereka memiliki ekspektasi atau harapan untuk memperoleh bantuan dari pendamping atau pihak luar yang datang berkunjung di kampung mereka. Maka sebagai pendamping, anda dan siapa saja perlu kehati-hatian dalam menerima usulan seperti ini " Jebakan batman".Maka sebagai pendamping sebaiknya mulai melakukan analisis isu atau masalah dengan memulai menganalisis Aktor yang berperan pada potensi mereka.

Ketika peran Aktor telah di urai atau di analisis, dan telah ditemukan Aktor kunci, maka sebagai pendamping selalu menanyakan kembali kepada masyarakat apakah Aktor kunci yang ada di potensi ini adalah " A, B atau C " jika iya, maka apa yang harus dilakukan oleh bapak-ibu untuk mengatasinya. Demikian pula jika Isu atau masalahnya terletak pada jalur tataniaga maka sebagai pendamping atau Fasilitator sebaiknya mengurai atau menganalisisnya bersama masyarakat dan berujung pada cara mengatasinya.

Rencana Aksi atau Action Plan
Kerja klp pembelahan kelapa
Rumah pengering kopra putih
Dari Isu atau masalah yang telah di analisis bersama masyarakat, maka anda atau pendamping sebaiknya memfasilitasi masyarakat untuk berkomitmen dan konsisten melalui Rencana Aksi bersama. Apa yang harus dilakukan, kapan dilakukan, di mana , berapa lama ( Tata waktu ), dan biaya apa saja yang dibutuhkan. berikan kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan sesuai kemampuan mereka.

Dari batas-batas kemampuan mereka itulah, maka pihak luar berkewajiban untuk berkontribusi pada apa yang telah mereka rencanakan bersama khususnya sumberdaya yang mereka belum miliki. Pijak luar berkontribusi terhadap sumberdaya yang tidak mungkin mereka penuhi dalam mewujudkan rencana aksi mereka.

Implementasi-Monitoring

Implementasi rencana Aksi dalam komunitas sebaiknya selalu bersamaan dengan Monitoring bersama untuk menghindari kesalahpahaman dari masyarakat kampung. Peran para pihak di suatu kampung perlu di fasilitasi oleh pendamping atau fasilitator dengan maksud untuk menghindari kecemburuan-kecemburuan sosial di antara masyarakat dampingan.

Monitoring bersama yang dilakukan oleh masyarakat merupakan upaya mengontrol Implementator atau pelaksana pada tingkat masyarakat, sehingga jika ada indikasi keluar dari rencana Aksi, maka tim monitoring akan langsung memberi peringatan kepada Pelaksana untuk kembali kepada alur rencana aksi dan pada tahap ini akan ada recovery atau perbaikan cara pelaksanaan kegiatan, sehingga implementasi rencana aksi tetap pada alurnya.

Evaluasi dan Feedback/ umpan balik

Setiap tahapan kegiatan dari pemberdayaan masyarakat sebaiknya dilakukan evaluasi, dan umpan balik dengan maksud untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan baik itu program pemberdayaan masyarakat, maupun upaya pengembangan Usaha di lingkungan komunitas Adat, komunitas Kampung pada lingkup kecil maupun yang lebih besar.

Dari 5 siklus mikro pemberdayaan di atas sebaiknya dilakukan secara simultan agar apa yang diharapkan dari masyarakat, pendamping bahkan pihak luar ( sebagai fundraising ) dapat berjalan dengan baik dan sesuai visi bersama masyarakat kampung. Adalah tidak mudah menciptakan sebuah komunitas menjadi mandiri dan berdaya saing, akan tetapi paling tidak kita telah memulainya di Kampung hopmare, distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw menuju "Kampung Model Pengelolaan Usaha Komunitas" yang nantinya bisa jadi tempat pembelajaran antar kampung di kabupaten Tambrauw Papua Barat.

sekedar share semoga bermanfaat...


Minggu, 29 Juli 2018

Aroma Kopi Wamena di Kota Sorong dan Impian VCO Hopmare

Suasana rumah kopi, di kota Sorong papua barat
http://ekonomiberbagi.com/

Kota Sorong memiliki beberapa tempat minum kopi yang banyak di kunjungi kawula muda, untuk sekedar berbagi informasi, membicarakan pekerjaan bahkan ada yang datang hanya untuk menikmati Kopi khas papua dan papua barat, seperti di "Rumah Kopi " yang saya kunjungi diakhir bulan Juli 2018.

Baru saja saya dan kawan Yunus, kundrat, viktor, paskalis dan anton berkunjung di rumah kopi di kota sorong, kami langsung di sambut  pelayan rumah kopi yang menawarkan menu hidangan rumah kopi dengan dialek asli papua, saya lalu memperhatikan secara teliti ohh rupanya seorang perempuan asli papua barat yang bekerja di rumah kopi.

Saya memesan kopi asli papua yang di jawab oleh pelayan, bahwa kopi yang ada berasal dari wamena ( kopi wamena ) sebagai salah satu menu yang ada, kawan-kawan lain memesan minuman dengan jenis yang berbeda, kami pun memesan untuk makan malam dengan berbagai menu hidangan malam.
Sambil menunggu pesanan kami, lalu kami diskusi perkembangan kegiatan "Pengembangan usaha komunitas " yang telah di mulai pada bulan juni lalu di kampung Hopmare.

Saya memperhatikan beberapa tamu yang datang silih berganti, ada orang lokal, ada juga orang luar papua, bahkan ada beberapa orang bule yang asyik berdiskusi dengan bahasa mereka sendiri. selanjutnya saya mengamati interior ruangan dan konstruksi bangunan rumah kopi yang tidak mencirikan bangunan asli kota sorong, saya menduga rumah kopi ini bukan milik orang asli papua, ternyata dugaan saya benar, setelah saya konfirmasi pada pelayan yang menyambut kami saat baru tiba di rumah kopi.

Akhirnya pesanan kami di antar oleh pelayan rumah kopi dengan gelas berlapis 2, gelas bagian bawah sebagai penampung sari kopi, dan gelas stanles bagian atas sebagai penyaring ampas kopi, saya lalu mencoba menghirup aroma kopi asal wamena, rupanya aromanya kurang kuat seperti harapan saya saat memesan tadi, saya mengira aromanya akan lebih tajam, akan tetapi masih rata-rata aroma kopi kebanyakan yang disuguhkan di warung-warung kopi tradisional.

Sebagai peminum kopi,  saya berharap dapat merasakan sensasi aroma khas Kopi wamena di rumah kopi yang ada di kota sorong, seperti cerita kawan-kawan yang pernah merasakan kopi wamena di tempat lain, atau ekspreso suguhan kopi " cafe danin di bogor " yang sangat tajam dan punya ciri khas sendiri.

Saya tidak sempat menanyakan kepada kawan-kawan lain mengenai rasa kopi yang di suguhkan karena asyik diskusi tentang rencana kegiatan yang akan di kerjakan beberapa hari ke depan di kampung Hopmare, dari diskusi bersama, ada harapan besar yang ingin diwujudkan di Hopmare, harapan menjadikan kampung Hopmare menjadi Kampung model pusat pengembangan Usaha Komunitas berkelanjutan berdasarkan pada Potensi sumberdaya alam yang di miliki.

Seperti halnya Kopi Wamena yang disuguhkan di mana-mana, maka VCO Hopmare pada saatnya dapat di jumpai di pusat-pusat perbelanjaan di kota sorong, di rumah kopi bahkan di dapur rumah-rumah penduduk kabupaten Tambrauw, dan di kota sorong menjadi suguhan sehari-hari, para ibu-ibu dengan bangga akan bercerita manfaat VCO Hopmare dalam menjaga kecantikan kulit mereka, dan menetralkan tekanan darah mereka.

Akhirnya kembali kepada kita, apakah VCO Hopmare, minyak goreng Hopmare dan Kopra putih Hopmare akan seperti Aroma Kopi Wamena ataukah hanya sebatas pada impian belaka saja, ataukah memang akan menjadi produk yang di minati dan dibanggakan oleh masyarakat tambrauw dan Sorong di papua barat, sekali lagi kembali kepada kita.

Kita tidak mau seperti apa yang disampaikan oleh penjaga SPBU setiap kali kita mengisi bahan bakar minyak, mereka akan mengatakan dengan santun " Maaf bapak/ ibu kita Mulai dari angka Nol ya ", jika kita mau memberdayakan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan maka tidak ada alasan bagi kita (para pihak untuk berhenti hanya karena kesimpulan-kesimpulan dari pengamatan sementara kita).

Sekedar share, semoga bermanfaat.............

Rabu, 25 Juli 2018

Keindahan Pantai Nambo, Memukau wisatawan Lokal Sulawesi Tenggara



Pantai Nambo,di kelurahan Nambo, Abeli kota kendari

Kota Kendari yang terkenal dengan teluknya, ikannya yang segar, serta pemandangan Pantai Nambo yang memukau menjadi daya tarik bagi warga kota kendari dan warga kota lainnya untuk berwisata ke pantai Nambo, pantai ini dapat di jumpai 15 km dari kota kendari dengan waktu tempuh selama 15 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Lokasinya berada di kelurahan Nambo, kecamatan Abeli kota Kendari, sebuah kelurahan yang banyak di penuhi oleh pepohonan kelapa, menjadi salah satu sumber penghasilan bagi warganya, terutama buah kepala muda yang di jual kepada wisatawan yang berkunjung di pantai Nambo setiap hari .
Pantai ini sangat cocok untuk tujuan wisata bagi anda sekeluarga, menikmati keindahan pantai pasir putih bersama keluarga merupakan suatu kebahagiaan yang tidak dapat dibandingkan dengan uang,  anggota keluarga anda bebas bermain pasir, berenang di laut biru untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan.
Di atas kawasan pantai nambo terdapat beberapa Gazebo dan rumah yang dapat di sewa untuk tempat beristrahat bagi keluarga anda serta kolega anda saat berada di sana, dari atas rumah panggung dapat anda lihat pemandangan hamparan pasir putih dan gelombang laut biru yang memanjakan mata, serta gerombol-gerombol kecil dari pengunjung yang ada di pantai nambo.

Anda dan anggota keluarga dapat dengan leluasa berenang di laut dangkal di pesisir pantai nambo  yang jernih kebiru-biruan dan pepohonan menambah suasana nyaman bagi para pengunjungnya, demikian pula sugukan Air kelapa muda yang menyegarkan kerongkongan anda, dapat di peroleh di lapak-lapak penjual minuman segar dengan harga terjangkau.

Keindahan pantai Nambo tidak terlepas dari peran pemerintah kota kendari bersama masyarakat yang bermukim di kelurahan nambo, bahu-membahu menjaga lingkungan kawasan pantai tetap terjaga dari tumpukan sampah dan kerusakan pantai sehingga masih terus dikunjungi oleh warga kota kendari dari berbagai lapisan tidak terkecuali anak-anak.

Ina si bungsu, enggan meninggalkan pantai nambo,http://ekonomiberbagi.com/ august 017
Mereka dengan riang akan berlama-lama berendam di air laut pesisir pantai Nambo dengan menggunakan ban-ban bekas yang disewakan oleh warga yang bermukim di sekitar pantai Nambo. keberadaan pantai ini telah membuka usaha penjualan minuman segar, Air kelapa muda dan penyewaan ban bekas  yang di kelola langsung oleh para warga sekitar Nambo bekerjasama dengan Pemerintah kota kendari sebagai pengelola tempat wisata di kelurahan Nambo.

Sebagai tempat wisata yang di kelola oleh pemerintah kota kendari, berbagai fasilitas terus di bangun dari tahun ke tahun untuk melayani kebutuhan para pengunjung terutama fasilitas air bersih dan WC umum yang bersih dan nyaman di gunakan.

Saat kami di sana beberapa pengunjung harus rela antri menunggu giliran untuk menggunakan fasilitas kamar mandi dan WC itupun harus mengeluarkan biaya dengan tarif Rp5.000 per sekali penggunaan, pengenaan tarif mungkin bagian dari SOP pengelolaan tempat wisata, selain tarif biaya masuk per orang atau per kendaraan.

Selain itu bagi pengguna kendaraan pribadi di kenakan biaya parkir dengan tarif Rp5.000/kendaraan roda empat , yang di jaga oleh masyarakat sekitar  sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar tempat wisata pantai dari pemerintah kota.

Semoga pantai Nambo, tetap terus menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Sultra dan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia , serta wisatawan mancanegara sehingga pundi-pundi pendapatan bagi pemerintah kota dan masyarakat kelurahan Nambo ikut meningkat pula. akan tetapi untuk menjadi tujuan wisata berkelas sekelas Wakatobi maka pantai Nambo harus terus di benahi kekurangannya, sekaligus terus dipublikasikan melalui media cetak, media online dan media TV oleh pemerintah kota kendari.

Bagi anda yang ingin berwisata di area pantai pasir putih, ada baiknya mengunjungi pantai Nambo yang memukau di pandang mata, sekaligus menurunkan stres yang anda alami.

sekelumit pengalaman saat berkunjung di pantai Nambo, Medio Agustus 2017.


 






Senin, 23 Juli 2018

Menelusuri kampung Hopmare di Distrik Kwoor-Tambrauw papua barat

Sekilas tentang kampung Hopmare
 
Kampung Hopmare berada di tanah papua provinsi papua barat, tepatnya di distrik Kwoor kabupaten tambrauw, kampung ini dapat di jumpai lebih kurang 30 km dari Sausafor sebagai ibukota sementara kabupaten tambrauw. Penduduknya mayoritas berasal dari suku Abun sebagai suku asli kabupaten Tambrauw yang berjumlah lebih kurang 50 KK. Kampung ini terletak antara di pesisir pantai dan pegunungan dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani ladang, dan penghasil Kopra.

Di kampung hopmare terdapat 1 gedung sekolah dasar , 1 gedung gereja, 1 balai pertemuan kampung,  dan fasilitas listrik tenaga surya yang ada di ujung kampung Hopmare, selain itu ada pula fasilitas listrik dengan menggunakan Genset.
  • Potensi yang di miliki, dan potensi pendapatan 
Potensi kelapa

Kebun kelapa di hopmare
Kampung ini memiliki hamparan kebun kelapa milik warga yang luas dengan rata-rata kepemilikan per kepala keluarga antara 200 pohon - 800 pohon sehingga jika di hitung secara keseluruhan maka potensi kelapa yang ada di Hopmare kurang lebih berada pada kisaran 15.000 pohon baik yang telah berbuah maupun yang belum.

Jika setiap pohon kelapa rata-rata memiliki  65 buah maka setiap tahun akan ada buah kelapa sebanyak 975.000 butir atau jika di hitung hanya 50 % saja maka setiap tahun ada buah kelapa di kampung hopmare sekitar 487.500 buah kelapa yang dapat menjadi pendapatan bagi warga kampung hopmare. jika buah kelapa di nilai setara dengan Rp1.000 rupiah per buah, maka pendapatan warga kampung Hopmare setiap tahunnya berada pada kisaran Rp487.500.000,-. 

Potensi pariwisata
Wisata Pantai
 
pantai pasir besi

Letak kampung Hopmare yang strategi dapat menjadi pintu masuk wisata pantai, di mana pada sebelah utara terbentang hamparan pasir sepanjang LK 15 km menuju distrik Kwoor , keindahan pantai pasir ini dipercantik oleh gelombang besar yang menggemuruh setiap beberapa menit menjadi lagu indah pengantar tidur di malam hari bagi warga kampung.

Di Pantai pasir ini pula Penyu belimbing dan burung maleo, menitipkan telur-telurnya di gundukan pasir untuk di tetaskan menjadi generasi penerus bagi penyu dan burung maleo, sayangnya titipan telur-telur mereka sering di ambil paksa oleh manusia-manusia yang mengetahui di mana mereka menyimpan telurnya.
 
Wisata pengamatan burung Cendrawasih

Berdasarkan informasi dari warga kampung bahwa  sekitar 7 km dari kampung hopmare terdapat tempat yang di huni oleh burung-burung cendrawasih yang selalu bermain mengepakkan sayap-sayapnya dan cocok untuk di jadikan wisata pengamatan burung cendrawasih.

Dari beberapa potensi sumber daya alam yang di miliki oleh kampung Hopmare, maka tidaklah berlebihan jika kampung ini di jadikan "Kampung Model Pengelolaan Sumber daya Alam berbasis masyarakat " dalam pemanfaatan potensi menuju Kampung hebat, kampung mandiri di tanah Papua khususnya di Papua Barat.

Kampung hebat, kampung mandiri dapat diwujudkan bilamana para pihak ( Pemerintah, Masyarakat dan NGO ) mampu bekerjasama untuk berkontribusi pada upaya pencapaian misi membangun kampung Hopmare yang hebat dan mandiri. kampung ini dapat menjadi pusat pembelajaran bagi kampung-kampung lain yang ada di sekitarnya.

Sekedar share semoga bermanfaat.....http://ekonomiberbagi.com/

Minggu, 22 Juli 2018

Pengalaman Mendampingi Masyarakat Kelurahan Sakuli dalam pemanfaatan lahan dan akses kelola hutan, pada program PSDBM Lot.2 MCA-Indonesia wilayah Kolaka periode 2016-2018

http://elonomiberbagi.com/ 



Lika-liku pendampingan Masyarakat kelurahan Sakuli  dalam program PSDABM Lot.2 Wil Kolaka, periode 2016-2018.

Awal juli 2017, saya dan kawan-kawan yang terlibat dalam program pendampingan masyarakat sekitar hutan di beri kepercayaan oleh salah satu lembaga nasional untuk menjadi pendamping di kelurahan sakuli, hal yang pertama kami lakukan adalah mencari dan menemukan siapa orang yang patut menjadi tokoh kunci di kelurahan sakuli, akhirnya kami bertemu dengan Pak Haris :  
  • Pertemuan dengan pak Haris
Kami bertemu dengan pak haris di sekretariat Gapoktan, yang sekaligus sebagai rumah tinggal beliau yang terletak di dekat Gereja di lingkungan II kelurahan sakuli kecamatan latambaga, kabupaten Kolaka- Prov Sulawesi Tenggara. Beliau menyambut kami dengan ramah dan semangat 45,lalu kami menyampaikan maksud kedatangan kami sebagai tim pendamping masyarakat dari YAPPI- Sultra yang di beri kepercayaan oleh KPSHK untuk mendampingi masyarakat kelurahan sakuli dalam upaya pengelolaan lahan dan hutan, setelah beliau mendengar maksud kedatangan kami. Beliau mengajukan pertanyaan “ Apa manfaat yang dapat kami peroleh dari pendampingan ini “

Lalu kawan saya, sebagai ketua tim menjelaskan panjang lebar peluang-peluang manfaat yang dapat di peroleh masyarakat kelurahan sakuli di antaranya  pengetahuan tentang pemanfaatan lahan dan Ijin usaha pemanfaatan kawasan hutan negara yang ada di wilayah kelurahan sakuli, lalu beliau bersedia menerima kami sekaligus menyarankan agar kami tinggal lingkungan kelurahan sakuli saja.
  • Tinggal di rumah kontrakan

Sebagai tim pendamping yang tinggal di luar kolaka, saya dan kawan-kawan tim tidaklah mungkin pulang-pergi kolaka-kendari-konsel yang berjarak lebih kurang 250 Km setiap minggu, maka kami putuskan untuk mengontrak sebuah rumah milik pak Ahmad yang bersebelahan dengan rumah tinggal pak haris sebagai kepala lingkungan dan sebagai  ketua gapoktan Poluloa.

Beliau akhinya menjadi penghubung antara kami dan pemilik rumah dan setelah negosiasi nilai kontrak akhirnya kontrak rumah disepakati oleh kedua pihak selama 18 bulan. Kami bertiga tinggal di rumah kontrakan layaknya anak kos-kosan, yang harus memasak , mencuci dan menyapu sendiri. Selain itu rumah kontrakan juga di pakai untuk kantor dalam menyukseskan program pengentasan kemiskinan yang sedang kami emban.
  •  Membangun Pertemanan dan mensosialisasikan program pengentasan kemiskinan.


Sebagai orang yang baru yang belum paham tradisi dan kebiasaan masyarakat Sakuli, kami mulai memperkenalkan diri sekaligus  berdiskusi dengan masyarakat kelurahan dari berbagai suku dan latar belakang kegiatan ada PNS, ada Swasta dan petani cengkeh dan kakao.

Dalam setiap diskusi kami selalu memperkenalkan program kami, sebagai program pengentasan kemiskinan melalui upaya pemanfaatan lahan dan akses kawasan hutan melalui Ijin usaha pengelolaan kawasan hutan. dan selalu mendapat sambutan ada yang menyambut dengan semangat dan antusias, ada pula yang hanya biasa-biasa saja, bahkan ada yang meragukan program kami sebagai program yang mustahil. Beberapa kawan-kawan dengan marah dan berapi-api menjelaskan bahwa program ini bukan program bodong, ini punya dasar hukum terutama tentang Perhutanan Sosial yang dituangkan dalam P. 83.

Dalam diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat sering terjadi adu argumen yang intinya mereka mempertanyakan manfaat riil yang akan mereka peroleh ketika mereka bergabung dalam progam perhutanan sosial, seberapa besar nilai manfaat atau seberapa besar finansial yang akan mereka terima.

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bukan tanpa alasan, karena sejak di pertemuan-pertemuan awal , program kerjasama Indonesia –Amerika (MCA-Indonesia ) selalu menyiapkan biaya pengganti transportasi dan konsumsi peserta, padahal rumah mereka hanya berjarak paling jauh 700 meter dari tempat pertemuan.
  • Memotivasi Masyarakat
Memotivasi bukanlah pekerjaan yang gampang dan mudah seperti membalik telapak tangan, setiap komunitas atau masyarakat di suatu wilayah memiliki adat, tradisi dan budaya yang telah cukup lama mengakar dalam kehidupan mereka. Memotivasi masyarakat untuk menerima program yang di bawah oleh sebuah lembaga dari luar komunitas mereka memerlukan waktu dan kesabaran dari para pendampingnya. Apalagi memotivasi mereka untuk tidak melakukan perambahan kawasan hutan dan penjarahan kayu yang ada di dalam kawasan hutan negara, bahkan seringkali para pelaku mencurigai tim pendamping sebagai mata-mata pemerintah untuk menangkap mereka.

Kebiasaan masyarakat sakuli dalam pemanfaatan lahan hanya fokus pada budidaya tanaman perkebunan seperti cengkeh, pala, lada dan kakao pada lahan-lahan milik mereka dengan tofografi bergunung-gunung serta kemiringan sampai 45 %. Mereka telah terbiasa mengolah lahan mereka pada kemiringan 30-45% untuk penanaman tanaman perkebunan, sementara tim kami memperkenalkan penambahan jenis tanaman kayu dan buah untuk di tanami di sela-sela tanaman perkebunan mereka atau pada batas-batas lahan mereka.

Dalam setiap pertemuan tentang teknis budidaya dan pemanfaatan lahan milik proses diskusi menjadi panas karena dari pihak pendamping terkadang memaksakan ide program bahwa pemanfaatan lahan harus di tambah dengan penanaman tanaman kayu-kayuan seperti sengon, jabon, dan gmelina.

Akan tetapi menurut masyarakat bahwa jabon, sengon dan gmelina membutuhkan ruang yang cukup luas, dengan pertumbuhan yang cepat, sehingga jika di tanam pada areal perkebunan cengkeh dan pala maka tanaman akayu-kayuan tersebut akan mengganggu produksi cengkeh dan pala mereka.
  •  Memfasilitasi masyarakat

Kegiatan fasilitasi masyarakat dalam program Pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat (PSDABM) yang berujung pada pemanfaatan lahan dan akses kelola kawasan hutan juga bukanlah pekerjaan mudah, di mana seorang fasilitator merupakan orang yang membuat sesuatu menjadi mudah dan diterima serta dilaksanakan oleh masyarakat dampingan secara perlahan-lahan.

Dalam kegiatan pendampingan masyarakat di kelurahan Sakuli, Yappi-sultra memiliki Fasilitator lapangan ( Fasilitator Desa ) yang bertugas sebagai Fasilitator , berfungsi sebagai jembatan yang memudahkan proses pemahaman masyarakat dalam program Pengelolaan Sumber daya alam berbasis masyarakat.dan yang paling penting bagaimana mengsinkronkan kegiatan masyarakat dengan program PSDABM dapat terkoneksi dengan baik dan masing-masing pihak dapat berkolaborasi untuk mewujudkan visi dan misi bersama , peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan melalui pemanfaatan lahan dan akses kelola kawasan hutan.

Beberapa pengalaman menarik dari proses fasilitasi


Saat kami telah berada dan tinggal di kelurahan sakuli, kami bertemu dengan banyak pihak, lurah sakuli (Agusalim Lasade ), bhabinkamtibmas ( Surdin,SH), Arif Dia, Tasrif, Hasyim Sesa, Andi Sulfian( para ketua kelompok), Haris sebagai ketua kelompok dan ketua Gapoktan yang selalu menemani kami di setiap pertemuan baik pertemuan khusus perempuan maupun pertemuan para kelompok tani hutan yang di dominasi oleh kaum laki-laki.

      Setiap pertemuan selalu saja ada yang mendominasi pembicaraan baik di minta maupun tidak di minta oleh fasilitator, seperti pak haris misalnya, dia akan menambah penjelasan dari pihak program untuk menyampaikan kepada para peserta pertemuan sekalipun telah kami sampaikan. Terkadang para peserta harus berdebat dengan pak Haris terkait kesalahan penyampaian atau kelebihan materi penyampaian terutama yang bersifat menggurui. Demikian pula Korwil PSDABM wilayah kolaka  yang memberi penjelasan berupa janji yang belum tentu ada dalam program kami, dan seringkali pejelasan yang berupa pemaksaan kehendak atas nama program yang nota bene  tidaklah mungkin dapat direalisasikan misalnya Pengadaan Sarana Air untuk pemanfaatan lahan yang panjangnya Lk 5 km.

      Janji-janji tersebut membuat pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh masyarakat sakuli kepada kami, baik saat kami berkunjung di rumah-rumah mereka maupun saat pertemuan resmi dan tidak resmi, pertanyaan-pertanyaan seperti itu di jawab dengan janji akan direalisasikan oleh pihak program dan kalaupun tidak, maka kami secara pribadi akan membantu menghubungkan kepada pihak lain untuk direalisasikan. Begitulah sebahagian cara kawan-kawan meredam pertanyaan bertubi-tubi dari masyarakat, mengumbar janji untuk memperoleh simpatik.
  •   Berlomba memperoleh simpatik
Kegiatan fasilitasi program PSDABM lot.2 wilayah Kolaka di kelurahan sakuli telah menimbulkan perasaan saling curiga di antara pendamping, baik fasdes, maupun koorwil bahkan lead konsorsium KPSHK pun ikut terkena imbas dari proses ini.

Bermula dari upaya penguatan kelembagaan kelompok tani hutan yang ada di kelurahan sakuli, masing-masing pihak antara fasdes dan koorwil saling klaim tugas dan fungsi, dai satu sisi fasdes merasa bahwa tugas penguatan kelembagaan kelompok tani hutan adalah tugas utamanya sebagai fasdes, di sisi lain Koorwil merasa berkuasa atas program PSDABM di wilayah kolaka khususnya di kelurahan Sakuli. Ujung dari itu, fasdes tidak di beri tugas oleh koorwil kolaka untuk melakukan penguatan kelompok-kelompok tani hutan, dan koorwil menjadi pelaku utama dalam proses fasilitasi tersebut.

Dari monopoli kegiatan fasilitasi tersebut, muncullah statemen dari koorwil bahwa kalau bukan dia maka program PSDABM wilayah kolaka tidak akan jalan sebagaimana mestinya, akhirnya tim PSDABM wilayah kolaka lainnya membiarkan saja gerakan-gerakan sang koorwil yang berujung pada keluhan dari seorang koorwil bahwa tim kolaka tidak ada lagi yang mau membantunya, bahkan mengancam akan memecat semuanya.

  • Berujung konflik & Pemecatan
Konflik akhirnya tidak dapat di hindari, konflik pertama di mulai pada bulan desember tahun 2016, dimana koorwil kolaka berkonflik dengan lead konsorsium KPSHK yang akhirnya keluar surat teguran dari lead konsorsium KPSHK. Ancaman pemecatan ini di balas dengan sangat keras oleh koorwil kolaka akan keluar dari keangotaan konsorsium KPSHK. Upaya-upaya konsolidasi dilakukan untuk meredam konflik internal apalagi program baru berjalan 5 bulanan, upaya-upaya konsolidasi akhirnya berujung damai dan ancaman pemecatan di cabut kembali oleh lead konsorsium dengan catatan agar koorwil kolaka dapat memperbaiki kinerjanya.

Konflik kedua terjadi antara akunting dan koorwil kolaka yang menyebabkan ketidakaktifan akunting kami, dan akhirnya di anggap mengundurkan diri, selanjutnya koorwil kolaka menggantinya dengan merekrut tenaga akunting yang berasal dari kota kolaka. Akunting kami yang baru adalah seorang perempuan yang gesit tetapi juga sempat tidak simpatik dengan koorwil yang selalu memerintah semaunya sendiri.

Konflik ketiga terjadi antara korwil dan lead konsorsium kembali terjadi karena ketidakpatuhan koorwil , dan kesalahpahaman pemahaman program terhadap tugas-tugas yang diembannya. Saat itu bulan oktober 2017, di mana koorwil kolaka memprotes tim film yang bertugas membuat film dokumenter, menurut dia tim film tidak berkoordinasi dengan koorwil kolaka dalam pelaksanaan kegiatannya. Konflik ini akhirnya berimbas pada keluarnya SP1, SP2 dan pemecatan koorwil kolaka. Untuk itu koorwil kolaka melakukan manuver simpatik untuk meminta dukungan kepada kelompok tani-kelompok tani yang ada di kelurahan sakuli serta mencari dukungan pada pihak Bappeda kolaka, pihak MCAI yang ada di makassar seperti Rachmat Sabang, bahkan pihak MCAI jakarta untuk membatalkan surat pemecatan.

Upaya-upaya negosiasi terus dilakukan bahkan tim monev spesialist seperti pak Herman Suprihatin, pak Joko Waluyo pun aktif terlibat mencari solusi dari konflik ini. Bulan Oktober kami di undang untuk pertemuan Koordinasi di NTB (Lombok) dengan tujuan untuk mengakhiri konflik yang akan berujung kerugian pada masyarakat Sakuli, sayangnya saudara Koorwil Kolaka tidak bersedia hadir sekali pun ticket telah dikirimkan, saya dan fasdes, media komunitas serta akunting terpaksa berangkat dengan ancaman dari koorwil bahwa akan di pecat stelah kembali dari NTB.Konflik akhirnya dapat diselesaikan dengan mencabut surat pemecatan dari lead konsorsium KPSHK untuk koorwil kolaka, kegiatan konsolidasi ini di fasilitasi oleh pak Joko waluyo sebagai sesepuh KPSHK , sehingga kegiatan PSDABM wilayah kolaka dapat kembali berjalan dengan koorwil kolaka.

Konflik ke empat terjadi pada bulan November-Desember 2018, konflik antara Lead konsorsium dan Koorwil kolaka yang pada akhirnya lead konsorsium mengangkat saya untuk menggantikan koorwil kolaka dalam waktu 3 bulan, dari konflik ini saya dan koorwil menjadi tidak akur, saya di anggap menghianatinya sebagai koorwil padahal sejak konflik pertama, kedua dan ketiga saya selaku Admin dan keuangan selalu membela beliau dan berhasil memberi saran kepada lead konsorsium untuk mengembalikan peran dia sebagai Koorwil Kolaka.
  • Pembelajaran
Proses pendampingan model ini, sebenarnya juga telah banyak di alami oleh para lembaga yang berkonsorsium / mereka yangg bekerjasama dalam sebuah kegiatan  di mana personil dari masing-masing lembaga saling mengenal ketika berada dalam suatu lembaga gabungan dari beberapa lembaga yang sebelumnya hanya bekerja secara sendiri dalam satu manajemen.

Hendaknya sebuah lembaga konsorsium yang akan bekerja dalam sebuah tim, haruslah dapat saling menurunkan egonya masing-masing, meletakan profesionalitas dalam bekerja, bukan pada soal-soal kecil yang di besar-besarkan.

Konsorsium di bangun dengan makud untuk memudahkan semua proses kegiatan dapat berjalan sesuai waktu dan rencana  yang telah di sepakati di awal, pendelegasian kewenangan menjadi penting antara lead dan anggota sehingga tidak berkesan bekerja pada sebuah perusahaan yang membuka kantor perwakilan di daerah.

Komunikasi yang di bangun haruslah dengan cara-cara baik dan patuh pada sop protokol komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kegagalan paham, yang cenderung merugikan para pihak yang berkonsorsium.

Kebijakan yang sentralistik merupakan salah satu penyebab konflik , serta overlap peran di daerah juga dapat membuahkan konflik horisontal dan vertikal dalam sebuah organisasi pengelola kegiatan.

Olehnya itu ketika para pihak hendak berkonsorsium maka sejak awal harus dapat menyepakati dengan seksama rencana bersama, aturan main bersama dan lain sebagainya, jika tidak maka model-model seperti di atasakan terulang lagi.

Iniilah Sekelumit pengalaman dari proses fasilitasi  pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat di kelurahan sakuli, kecamatan latambaga kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara Indonesia.

Sekedar share..... semoga bermanfaat....Kolaka Maret 2018.